Rabu, 09 Maret 2011

Komunitas Anak Punk Protes Kekerasan yang Dilakukan Satpol PP Medan

Analisa/muhammad arifin. Seorang anak punk dipukuli teman sendiri pada aksi teatrikal di bundaran Majestik Jalan Gatot Subroto Medan, Senin (7/3). 

Medan, (Analisa)
Puluhan komunitas anak punk yang terdiri dari Medan for the Punx, Famud, Formadas, Alphabeta, Sanggar Resist Equality Anarchy melakukan unjukrasa memprotes sikap anggota Satpol PP yang melakukan kekerasan pada proses penangkapan.
Aksi turun ke jalan diawali long march dari Lapangan Merdeka menuju Bundara Majestik, Senin (7/3). Pengunjukrasa membawa spanduk yang isinya mengecam Satpol PP, bahkan mereka melakukan teatrikal yang menggambarkan kejamnya anggota Satpol PP ketika melakukan penertiban.
Menurut Kuteng, aksi didasari atas sikap Satpol PP yang melakukan penertiban di Simpang Titi Kuning pekan lalu dengan melakukan kekerasan, pemukulan disertai setruman dan juga perampasan hp dan uang.
"Ini kita lakukan sebagai bentuk protes atas kinerja Satpol PP yang sudah sangat keterlaluan," katanya.
Tolak penindasan
"Kami akan menolak bentuk penindasan oleh negara secara langsung tidak langsung, kepada satpol PP kita berharap agar Polisi menindaklanjuti secara adil," ujarnya.
Dalam kronologis yang disampaikan salah seorang anak punk, Bobby mengaku ikut menyerahkan diri karena melihat teman-temannya ditangkap dan dipukuli oleh Satpol PP.
Boby mencoba memberitahu kepada anggota Satpol PP bahwa dia dan teman-temannya memiliki keluarga tapi tidak ditanggapi bahkan langsung dipukuli dengan cara membabibuta. "Saya ikut dibawa dan dipukuli lagi di mobil Satpol PP. Saat itu anggota Satpol PP berusaha menutupi identitas mereka," katanya.
Mereka menilai cara Satpol PP melakukan penertiban sudah tidak sesuai prosedur dan arogan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar